CEK FAKTA: Vaksin yang Akan Disuntikkan ke Jokowi Ternyata Berbeda?

Rumor yang menyebut Jokowi akan terima jenis vaksin yang berbeda beredar di Facebook, benarkah? Simak penjalasan berikut ini!

Reza Gunadha | Aprilo Ade Wismoyo
Sabtu, 09 Januari 2021 | 13:33 WIB
CEK FAKTA: Vaksin yang Akan Disuntikkan ke Jokowi Ternyata Berbeda?
fakta soal narasi yang menyebut Jokowi akan terima vaksin berbeda

Tertulis juga bahwa Moeldoko menyatakan prosedur vaksinasi yang akan dijalani oleh Presiden Jokowi tidak berbeda dengan yang akan dilakukan oleh masyarakat.

“Kalau vaksinasi kepada Presiden sama, tidak ada bedanya dengan yang lain karena prosedurnya sama. Mungkin petugas dateng tinggal buka, jebret, selesai, kan begitu, enggak terlau sulit,” kata Moeldoko di kantornya pada 4 Januari 2021 seperti dilansir dari Grid.2tiga.com. Poin utama Moeldoko adalah prosedur vaksinasi Jokowi, bukan jenis vaksin yang akan diterima.

Menurut arsip berita Tempo, yang mengutip kantor berita Antara, Moeldoko mengatakan prosedur vaksinasi Covid-19 terhadap Presiden Jokowi akan sama seperti yang dilakukan kepada masyarakat.

“Presiden sama, tidak ada bedanya, karena prosedurnya sama,” ujar Moeldoko pada 4 Januari 2021.

Baca Juga:Krisis Covid-19 Menggila, Ekonom: Segera Realokasi Dana Infrastruktur

Kompas juga pernah memuat berita tersebut pada tanggal yang sama. Kompas.com menulis bahwa Moeldoko menyebut tidak ada mekanisme khusus saat kelak Presiden Jokowi divaksinasi Covid-19. Prosedur vaksinasi terhadap Jokowi, kata dia, sama dengan masyarakat umum.

“Kalau vaksinasi kepada Presiden sama, tidak ada bedanya dengan yang lain karena prosedurnya sama. Mungkin petugas dateng tinggal buka, jebret, selesai, kan begitu, enggak terlau sulit.” kata Moeldoko.

fakta soal narasi yang menyebut Jokowi akan terima vaksin berbeda
fakta soal narasi yang menyebut Jokowi akan terima vaksin berbeda [turnbackhoax.id]

Kesimpulan

Dari penjelasan di atas dapat diambil kesimpulan bahwa narasi yang menyatakan bahwa Jokowi akan menerima jenis vaksin yang berbeda adalah informasi yang tidak benar.

Narasi tersebut tergolong sebagai konten yang sesat.

Baca Juga:Tak Usah Ragu! MUI Jamin Vaksin Covid-19 Sinovac Halal, Bahkan Suci

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini

Tampilkan lebih banyak