alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Sriwijaya Air SJ 182 Jatuh, Capt Vincent: Umur Pesawat Tak Bisa Disalahkan

Dany Garjito | Hernawan Minggu, 10 Januari 2021 | 17:55 WIB

Sriwijaya Air SJ 182 Jatuh, Capt Vincent: Umur Pesawat Tak Bisa Disalahkan
Captain Vincent Raditya. (Instagram/@vincentraditya)

"Pesawat dikatakan tua ketika memasuki 50.000 jam ke atas, ini bisa dikatakan masa tuanya," kata Captain Vincent Raditya.

BeritaHits.id - Tregedi jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ 182 dengan rute Jakarta-Pontianak tengah menyita perhatian. Bahkan, usia pesawat itu sempat diperdebatkan.

Kepala Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) menerangkan, pesawat Boeing 737-500 yang dipakai Sriwijaya Air SJ 182 dibuat pada 1994. Oleh sebab itu, kini usianya menginjak 26 tahun.

Menyoroti perihal usia pesawat, pilot sekaligus YouTuber, Captain Vincent Raditya mengatakan, hal itu tidak bisa dijadikan sebagai patokan utama penyebab jatuhnya Sriwijaya Air SJ 182.

Pernyataan itu disampaikan oleh Kapten Vincent Raditya dalam sebuah video yang diunggah lewat kanal YouTube miliknya, Minggu (10/1/2021).

Baca Juga: Sebut Penumpang Bandel di Tengah Duka Sriwijaya Air, Anisa Bahar Minta Maaf

Vincent Raditya menjelaskan, indikator sebuah pesawat memasuki masa tua ketika sudah memiliki jam terbang di atas 50.000.

Captain Vincent Raditya soal Pesawat Sriwijaya Air Jatuh (YouTube/VincentRaditya).
Captain Vincent Raditya soal Pesawat Sriwijaya Air Jatuh (YouTube/VincentRaditya).

Meski begitu, dengan tegas dia mengatakan, pesawat tidak memiliki apa yang disebut limitasi. Pesawat masih bisa digunakan selagi dirawat dengan baik.

"Pesawat dikatakan tua ketika memasuki 50.000 jam ke atas, ini bisa dikatakan masa tuanya," ujar Vincent Raditya seperti dikutip Suara.com.

"Tidak ada limitasi pesawat harus setop dioperasikan. Pesawat yang dari tahun 140 kalau diurus dengan baik masih bisa digunakan," sambungnya.

Namun, kata Vincent Raditya ada sejumlah kendala yang membuat sulit perawatan pesawat tua yakni tingginya biaya.

Baca Juga: Sebelum Terbangkan Sriwijaya Air SJ 182, Capt Afwan Minta Maaf pada Istri

Oleh sebab itu, tidak sedikit maskapai yang memilih untuk mengganti pesawat baru daripada harus memperbaiki armada lama dengan biaya cukup tinggi.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait