Diskakmat Prof Eddy Soal FPI, Fadli Zon: Hukum untuk Kepentingan Kekuasaan

Diduga kalah argumen dari Wamenkumham Prof. Eddy Hiariej, Fadli Zon tuduh penggunaan hukum untuk kepentingan kekuasaan, bukan untuk keadilan.

Dany Garjito | Aprilo Ade Wismoyo
Kamis, 14 Januari 2021 | 09:04 WIB
Diskakmat Prof Eddy Soal FPI, Fadli Zon: Hukum untuk Kepentingan Kekuasaan
Fadli Zon umumkan menjaminkan diri untuk penangguhan penahanan HRS. - (YouTube/FadliZonOfficial)

BeritaHits.id - Fadli Zon disebut terpojok saat beradu argumen tentang FPI dengan Wamenkumham, Prof. Eddy Hiariej. Saat kalah berargumen, Fadli menuduh Wamenkumham menggunakan hukum sebagai alat kekuasaan bukan untuk penegak keadilan.

Sebuah akun Twitter @LOVE_AG4EVER mengunggah video dari tayangan 'Rosi' yang mempertemukan Fadli Zon dan Prof. Eddy untuk membahas soal FPI. Dalam video tersebut, kedua tokoh ini tampak saling bedebat dengan berapi-api.

"Dan ini juga kalau kita lihat, masyarakat menilai, sekarang masyarakat bisa melihat kenapa hanya kerumunan ini (FPI) kemudain dicari-cari, kemudian ada tindakan-tindakan," ucap Fadli yang tampak tak menyelesaikan kalimatnya.

"Selama ini FPI bagus banyak membantu kemanusiaan," ujar Fadli.

Baca Juga:Munarman Sebut Bank Itu Riba, Tapi Kenapa Punya Rekening Pribadi?

Belum selesai Fadli menyampaikan argumennya, Prof. Eddy segera mengajukan bantahan.

"Ya jadi saya mau bantah ya, baca undang-undang protokol kesehatan itu baik-baik. Tidak akan berhenti di sanksi administrasi," ucap Prof. Eddy.

"Anda perhatikan ketentuan pasal 93 Undang-undang Karantina Kesehatan. Sanksi itu bisa administrasi bisa penjara dan atau kedua-duanya," lanjutnya.

Fadly Zon pun tampak terus menginterupsi ucapan Prof. Eddy. Ia berulangkali meminta Prof. Eddy untuk membacakan undang-undang tersebut.

"Anda baca undang-undang itu," ucap Fadli.

Baca Juga:Kasus Fadli Zon Mulai Ditangani, Muannas Alaidid Minta Polri Percepat

Meskipun begitu Prof. Eddy tetap melanjutkan argumennya tanpa memperhatikan interupsi dari Fadli Zon.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini

Tampilkan lebih banyak