Sebut SBY Kekanak-kanakan, Prof Yusuf: Rachland Nashidik Jangan Bodoh

"Sudahlah Rachland Nashidik, jangan bodoh karena fakta SBY kritisi Jokowi, jadi pantas dikritisi Prof YLH, tapi sayang SBY 'Kekanak-kanakan'," kata Prof Yusuf L Henuk.

Rifan Aditya | Hernawan
Selasa, 19 Januari 2021 | 06:45 WIB
Sebut SBY Kekanak-kanakan, Prof Yusuf: Rachland Nashidik Jangan Bodoh
Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono. (Suara.com/Ummi Hadyah Saleh)

BeritaHits.id - Guru Besar Universitas Sumatera Utara (USU), Profesor Yusuf L Henuk belakangan menjadi sorotan karena dinilai menghina sejumlah politisi Partai Demokrat (PD), termasuk Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

Politisi PD lain tidak sedikit ikut berkomentar, salah satunya Rachland Nashidik yang melempar sindiran pedas untuk Guru Besar USU itu.

Sindiran tersebut langsung ditanggapi oleh Prof Yusuf yang 'membodoh-bodohkan' Rachland Nashidik.

"Sudahlah @RachlandNashidik, jangan bodoh karena fakta @SBYudhoyono kritisi @Jokowi, jadi pantas dikritisi @ProfYLH, tapi sayang SBY 'Kekanak-kanakan'," tulis Prof Yusuf, Senin (18/1/2021).

Baca Juga:Terjang Air Sebetis, Jokowi Kunjungi Lokasi Banjir Kalimantan Selatan

"Jadi tak berani tanggapi balik kritikan @ProfYLH, tapi kerahkan pasukan @PDemokrat melawan @ProfYLH, malulah!" sambung dia.

Cuitan Prof Yusuf L Henuk membalas sindiran Rachland Nashidik (Twitter).
Cuitan Prof Yusuf L Henuk membalas sindiran Rachland Nashidik (Twitter).

Prof Yusuf mengutip kicauan Rachland Nashidik yang diduga kuat menyindirnya karena mengungkit seorang profesor dan hubungan dengan Presiden Jokowi.

Rachland Nashidik bertanya-tanya, apa pasal yang menyebabkan Prof Yusuf beranggapan memusuhi SBY bisa membuat Presiden Jokowi suka.

"Kenapa propsesor itu punya kesimpulan: memusuhi SBY akan memikat hati Jokowi? Memangnya @Jokowi memusuhi SBY?" kata Rachland Nashidik.

"Bila itu benar, tak heran polisi mendiamkan aduan SBY tentang fitnah Antasari. Mana berani mengurus laporan orang yang dimusuhi Presiden? Propsesor rupanya sudah belajar," tandasnya.

Baca Juga:Rocky Gerung: Juliari Nyolong Hak Pemulung, Ditukar KTP Sama Mensos Risma

Saling Lapor

Profesor Yusuf L Henuk baru-baru ini dilaporkan ke Polda Sumut terkait cuitan yang diduga menghina Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan anaknya yakni Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

Hal itu dibenarkan oleh Ketua Bakomstra DPP Demokrat, Ossy Dermawan yang menyebut laporan dilayangkan karena narasi Prof Yusuf tidak mendidik dan tidak pantas keluar dari seorang akademisi.

Prof Yusuf diduga melanggar Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang perubahan atas UU nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik pasal 27 ayat 3.

Laporan itu tertuang dalam STTPL/75/I/2021/SUMUT/SPKT "I". Pelapor adalah kader Partai Demokrat Kota Medan bernama Subanto, warga Jalan Bilal Ujung, Medan Timur.

Sementara itu, hal ini buntut dari laporan atas cuitannya kepada Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Prof Yusuf sempat mengaku akan melaporkan sejumlah politisi PD.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan John Herdman? Pelatih Baru Timnas Indonesia
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Otak Kanan vs Otak Kiri, Kamu Tim Kreatif atau Logis?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 10 Soal Bahasa Inggris Kelas 12 SMA Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak