BeritaHits.id - Wasekjen Partai Demokrat Jansen Sitindaon meminta agar pihak-pihak yang menyebut Partai Demokrat baperan dan halusinasi soal kudeta untuk tutup mulut.
Sebab, Jansen menilai pihak-pihak tersebut tak mengetahui apapun mengenai persoalan yang ada. Meski demikian, Jansen tak menyebut secara spesifik pihak mana yang dimaksud olehnya.
Hal itu disampaikan oleh Jansen melalui akun Twitter miliknya @jansen_jsp.
"Bagi pihak-pihak yang mengatakan Demokrat baper, playing victim, halusinasi, tendensius dll saya sarankan mulailah tutup mulut Anda dan diam," kata Jansen seperti dikutip Suara.com, Selasa (2/2/2021).
Baca Juga:Eks Kader Akui Moeldoko Cocok Pimpin Partai Demokrat ke Depan
Jansen menegaskan, pihak-pihak tersebut tak mengetahui apapun soal masalah tersebut. Ia juga mengaku tak memiliki urusan dengan pihak tersebut.
"Selain Anda tidak tahu apa-apa juga tidak ada urusannya dengan Anda!" tegas Jansen.
Jansen mengaku, internal Partai Demokrat memiliki Berita Acara Pemeriksaan (BAP) yang lengkap dan detail.
BAP tersebut juga telah dituangkan dalam surat yang dikirimkan secara resmi kepada Presiden Joko Widodo.
"Soal ini semua BAP kami lengkap dan detail dan telah dijelaskan dalam surat ke pak Jokowi," tukasnya.
Baca Juga:Dituding Kudeta Demokrat, Marzuki Alie: Sebaiknya Mundur daripada Fitnah

Moeldoko: Jadi Pemimpin Jangan Baperan
Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko menyarankan Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) agar menjadi seorang pemimpin yang kuat dan tak mudah terbawa perasaan alias baper.
Hal tersebut disampaikan Moeldoko merespon sisu kudeta yang dilakukan salah satu pejabat pemerintah di lingkungan Presiden Joko Widodo (Jokowi).
"Saran saya ya, menjadi seorang pemimpin harus seorang pemimpin yang kuat, jangan mudah baperan," ujar Moeldoko.
Bahkan, kata Moeldoko, seorang pemimpin tak boleh terombang-ambing dengan situasi yang dihadapi.
Ia pun meminta AHY untuk memborgol anak buahnya jika tak boleh dibiarkan ke mana-mana.