Kata dia, Moeldoko bisa jadi sedang berupaya mencari perlindungan atau malah menjadikan Luhut sebagai jembatan berkomunikasi dengan Presiden Jokowi.
"Pak Moeldoko berupaya cari pelindung. Ini peristiwa yang lain (pertemuan Luhut dengan anggota Partai Demokrat), dengan maksud lain. Jangan banyak cari alibi nanti kejebak," tegas Rocky Gerung.
"Mungkin Pak Luhut dijadikan jembatan untuk memberitahu ke Jokowi bahwa tidak apa-apa. Jadi saya berpikir mungkin Pak Jokowi masih kasih tanda curiga ke Moeldoko karena Moeldoko belum melapor ke Jokowi soal hal ini," tandasnya.
Rocky Gerung lalu mengatakan seharusnya Moeldoko datang ke Jokowi berbicara soal hal ini. Termasuk pula Jokowi yang seharusnya buka suara soal surat yang dikirim Partai Demokrat.
Baca Juga:Soal Kudeta, Marzuki Alie: Kalau Fitnah Dianggap Benar, Tunggu Azab Datang
Istana Terima Surat AHY
Istana Kepresidenan sudah menerima surat resmi yang dilayangkan Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono alias AHY kepada Presiden Joko Widodo. Surat AHY terkait informasi keterlibatan orang-orang di lingkaran Jokowi yang hendak mengambil alih kepemimpinan partai Demokrat.
"Iya benar kami sudah menerima surat dari pak AHY yang ditujukan kepada bapak presiden," kata Menteri Sekretaris Negara Pratikno yang disiarkan melalui youtube Sekretariat Presiden, Kamis (4/2/2021).
Pratikno mengatakan, surat tersebut diantarkan langsung oleh Sekretaris Jenderal partai Demokrat Hinja Panjaitan. Namun ia tak menyebut kapan pihaknya menerima surat tersebut.
"Diantar langusng oleh Sekjen Partai Demokrat. Jadi kami sudah menerima surat itu," ucap dia.
Baca Juga:Undang Anies hingga I Wayan Koster, Jokowi Tekankan 3 Hal Ini
Jokowi Tak Akan Membalas Surat