Tengku Zul Endus Ada Upaya Stigmatisasi Muhammadiyah Jadi Ormas Radikal

Ia menduga ada upaya untuk menstigmatisasi bahwa Muhammadiyah merupakan ormas radikal.

Dany Garjito | Chyntia Sami Bhayangkara
Minggu, 14 Februari 2021 | 14:06 WIB
Tengku Zul Endus Ada Upaya Stigmatisasi Muhammadiyah Jadi Ormas Radikal
Tangkapan layar Tengku Zulkarnain. [Instagram/@tengkuzulkarnain.id]

BeritaHits.id - Eks Wasekjen MUI Tengku Zulkarnain atau Tengku Zul menduga ada upaya menstigmatisasi Muhammadiyah sebagai organisasi masyarakat (ormas) radikal.

Hal itu disampaikan oleh Tengku Zul melalui akun Twitter miliknya @ustadtengkuzul.

Kecurigaan tersebut muncul setelah dosen Universitas Syarif Hidayatullah, Din Syamsuddin dituduh sebagai seorang radikal.

"Sekelompok orang mulai menyerang Prof Din Syamsuddin, tokoh Muhammadiyah dan dunia Islam sebagai sosok radikal," kata Tengku Zul seperti dikutip Suara.com, Minggu (14/2/2021).

Baca Juga:Disindir Soal Tahlilan, Din Syamsuddin: Cak Nun Meremehkan Saya

"Apakah ini upaya untuk menstigma Muhammadiyah sebagai ormas radikal?" imbuh Tengku Zul.

Tengku Zul mengaitkan kecurigaannya tersebut dengan tumbangnya FPI yang diklaim telah berhasil distigma radikal.

"Setelah FPI berhasil distigma radikal," ujarnya.

Tengku Zul endus dugaan stigmatisasi Muhammadiyah ormas radikal (Twitter/ustadtengkuzul)
Tengku Zul endus dugaan stigmatisasi Muhammadiyah ormas radikal (Twitter/ustadtengkuzul)

Dituduh Radikal

Din Syamsuddin dilaporkan Gerakan Anti Radikalisme Alumni ITB (GAR ITB) karena dianggap radikal.

Baca Juga:Din Syamsuddin Dituduh Radikal, Fadli Zon: Penuduh Terbatas Pengetahuannya

Hal itu diprotes berbagai kalangan, salah satunya Cendekiawan muslim, Azyumardi Azra.

"Mengimbau agar GAR ITB menarik laporannya," kata Azyumardi dalam keterangan tertulisnya, Jumat (12/2/2021).

Menurut Azyumardi, apabila terdapat konflik kepentingan terkait dengan posisi Din sebagai anggota MWA ITB, maka sebaiknya diselesaikan secara baik-baik di lingkungan almamater-sivitas akademika dengan semangat perguruan tinggi yang berdasarkan obyektivitas dan kolegialitas.

Selain itu, apabila pelaporan itu juga dilatarbelakangi oleh sikap kritis Din kepada pemerintahan Presiden Joko Widodo atau Jokowi, menurutnya tidak disikapi lingkungan perguruan tinggi secara kontra-produktif dan divisif.

"Kelompok yang mengatasnamakan sebagai kelompok alumni sepatutnya menempuh cara-cara yang tidak menimbulkan perpecahan dan konflik dalam masyarakat," ujarnya.

"Pada saat yang sama pimpinan KASN dan Kementerian Agama hendaknya dapat menilai masalah ini secara obyektif dan adil. Dengan begitu dapat diciptakan suasana kepegawaian yang lebih kondusif terkait isu sosial-politik," sambungnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak