alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

CEK FAKTA: Benarkah Ada Seorang WNI Jadi Imam di Masjidil Haram Makkah?

Reza Gunadha | Chyntia Sami Bhayangkara Jum'at, 05 Maret 2021 | 12:56 WIB

CEK FAKTA: Benarkah Ada Seorang WNI Jadi Imam di Masjidil Haram Makkah?
Fakta WNI jadi imam di Masjidil Haram (Turnbackhoax.id)

Benarkah ada seorang WNI jadi imam di Masjidl Haram Makkah? Simak penjelasannya berikut1

"Saya pastikan informasi tersebut adalah hoaks. Melihat video dan mendengar suara yang ada di video sama sekali tidak ada yang mengindikasikan informasi seperti dalam cuitan akun Twitter," kata Murrajab.

Adapun WNI yang ada dalam video tersebut diundang untuk membaca Al-Qur'an dalam kegiatan pembukaan Tahfizhul Qur’an di Kota Mekah yang berlangsung pada 12 Ramadan 1439.

Fakta WNI jadi imam di Masjidil Haram (Turnbackhoax.id)
Fakta WNI jadi imam di Masjidil Haram (Turnbackhoax.id)

Dalam Video tersebut tampak sejumlah Imam Besar Masjidil Haram, salah satunya Syekh Abdurrahman As-Sudais.

Video dengan narasi serupa juga pernah beredar pada 2018. Kala itu, informasi tersebut telah dibantah oleh Kabiro Humas Kementerian Agama, Mastuki.

Baca Juga: CEK FAKTA: Benarkah Mendikbud Larang Siswi Pakai Jilbab di Sekolah?

"(yang bersangkutan) bukan menjadi imam Masjidil Haram, yang bersangkutan, Ashal bukan imam Masjidil Haram, tapi Imam Masjid Birrul Walidain di Makkah, di Makkah kan banyak masjid," ungkapnya.

Kesimpulan

Dari penjelasan di atas, dapat disimpulkan klaim yang menyebut WNI jadi imam di Masjidil Haram adalah klaim yang keliru.

Klaim tersebut merupakan klaim hoaks yang masuk dalam kategori konteks yang salah.

Baca Juga: CEK FAKTA: Orang Gila Ngamuk Ingin Jokowi 3 Periode Berhasil Diamankan?

Catatan Redaksi:
Artikel ini merupakan bagian dari konten Cek Fakta Suara.com. Dibuat seakurat mungkin dengan sumber sejelas mungkin, namun tidak mesti menjadi rujukan kebenaran yang sesungguhnya (karena masih ada potensi salah informasi). Lebih lengkap mengenai konten Cek Fakta bisa dibaca di laman ini. Pembaca (publik) juga dipersilakan memberi komentar/kritik, baik melalui kolom komentar di setiap konten terkait, mengontak Redaksi Suara.com, atau menyampaikan isu/klaim yang butuh diverifikasi atau diperiksa faktanya melalui email cekfakta@suara.com.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait