facebook

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Soroti Persidangan HRS, Rocky Gerung: Dia Jadi Umpan Rezim yang Panik

Dany Garjito | Nur Afitria Cika Handayani Rabu, 24 Maret 2021 | 10:27 WIB

Soroti Persidangan HRS, Rocky Gerung: Dia Jadi Umpan Rezim yang Panik
Rocky Gerung Sebut Omnibus Law Menyimpang dari Konstitusi (YouTube: Rocky Gerung Official).

"Habib Rizieq ini dia semacam umpan," ujar Rocky.

BeritaHits.id - Pengamat politik Rocky Gerung mengomentari soal persidangan Habib Rizieq yang digelar secara offline.

Akhirnya, Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Timur yang diketuai leh Suparman Nyompa mengabulkan permohonan Habib Rizieq terkait pelaksanaan sidang secara offilne.

Rocky Gerung bersama Hersubeno Arief pun membahas persidangan Habib Rizieq yang menuai polemik lantaran sempat tak bisa digelar secara offline.

Dalam video yang diunggah di kanal Youtube Rocky Gerung Official, Rocky Gerung pun membahas hal tersebut.

Baca Juga: Imbas Sidang HRS, Layanan Masyarakat di PN Jaktim Jadi Terhambat

Pada awalnya, Hersubeno sempat bertanya kepada Rocky mengenai persidangan Habib Rizieq yang sebelumnya digelar secara online. Padahal, Rizieq meminta untuk digelar secara offline.

Namun, diketahui terdapat alasan pandemi sehingga sidang harus digelar secara online. Dirinya mempertanyakan perbedaan perlakuan dengan sidang lain.

Menurut Rocky, Rizieq telah menjadi semacam umpan untuk mengukur kedalaman politik Islam dan potensi oposisi.

"Habib Rizieq ini dia semacam umpan untuk mengukur kedalaman politik Islam, untuk mengukur ketajaman media, dan mengukur potensi oposisi. Jadi dia menjadi umpann dari rezim yang panik," ujar Rocky, dikutip Beritahits.id.

Rocky Gerung soroti soal persidangan Habib Rizieq. (Youtube/Rocky Gerung Official)
Rocky Gerung soroti soal persidangan Habib Rizieq. (Youtube/Rocky Gerung Official)

Lebih lanjut, Rocky menyebut dalam kondisi saat ini pemerintah sudah buta terhadap sejarah.

Baca Juga: Bakal Hadirkan Habib Rizieq Shihab dalam Sidang, Munarman: Alhamdulillah

Menurutnya, persoalan HRS bukanlah tentang pidana melainkan pelanggaran hak asasi manusia.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait