alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

BNPT Bingung: Kalau Perempuan Teroris Meninggal, Ketemu Bidadari Tidak Ya?

Reza Gunadha | Hernawan Kamis, 01 April 2021 | 14:34 WIB

BNPT Bingung: Kalau Perempuan Teroris Meninggal, Ketemu Bidadari Tidak Ya?
Teroris perempuan berjilbab Zakiah Aini

"Cuma dijadikan alasan agar cepat meninggal, syahid, masuk surga ketemu bidadari, tapi gak tahu lah kalau perempuan yang meninggal," kata petinggi BNPT.

BeritaHits.id - Direktur Deradikalisasi BNPT, Irfan Idris ikut angkat bicara soal insiden penyerangan Mabes Polri oleh seorang perempuan terduga teroris, bernama Zakiah Aini.

Irfan Idris menyinggung soal anggapan adanya bidadari yang menunggu di surga apabila seseorang mati syahid sebagaimana disebut kerap menjadi iming-iming bagi para teroris.

Namun, dia tampak tak bisa menjawab, apakah tetap akan ketemu dengan bidadari apabila teroris yang meninggal berjenis kelamin perempuan.

Hal itu disampaikan oleh Irfan Adris saat menjadi narasumber program Apa Kabar Indonesia Pagi, Kamis (1/4/2021).

Baca Juga: Heroik! Pemuda Lari ke Gereja Makassar saat Dibom, Selamatkan Seorang Nenek

Irfan Adris menyinggung keberadaan bidadari dengan mengaitkan surat wasiat bomber Gereja Katedral Makassar dengan pelaku penyerangan Mabes Polri.

"Surat wasiat Makassar ditulis pakai huruf kapital, Jakarta huruf kecil. Akan tetapi kesamaannya memohon maaf ke orang tua, bilang itu pilihan terbaik, sayang orang tua, tapi Allah lebih sayang hambanya, larangan ke ibunya pakai credit card, bank, pemerintah togut," kata Irfan Adris seperti dikutip beritahits.id.

BNPT soal pelaku terduga teroris Mabes Polri (YouTube/TVOneNews).
BNPT soal pelaku terduga teroris Mabes Polri (YouTube/TVOneNews).

"Itu yang menapaki kenapa mereka dengan berani melakukan aksi tanpa ragu dan takut. Penyerangan di rumah ibadah, kantor kepolisian, cuma dijadikan alasan agar cepat meninggal, syahid, masuk surga ketemu bidadari, tapi tak tahu lah kalau perempuan meninggal," tambahnya.

Lebih lanjut, Irfan Adris menyebut narasi semacam itu harus diluruskan oleh media. Bukan malah memberikan panggung mengglorifikasikan aksi mereka.

"Dengan melihat hal-hal semacam ini (glorifikasi ke teroris), mereka semangat," tukasnya.

Baca Juga: Eks JAD Bongkar Sesama Anggota Saling Mengkafirkan, Polisi Dianggap Musuh

Deddy Corbuzier, 72 Bidadari Buat Apa?

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait