facebook

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Ustaz Mufy Hanif Serukan Muslim Pegawai Bank Resign: Jangan Takut Lapar

Reza Gunadha | Hernawan Sabtu, 03 April 2021 | 13:55 WIB

Ustaz Mufy Hanif Serukan Muslim Pegawai Bank Resign: Jangan Takut Lapar
Ustaz Mufy Hanif Thalib ceramah (Twitter).

"Yang masih kerja di bank, bank ribawi, keluar!" kata Ustaz Mufy Hanif Thalib.

BeritaHits.id - Video ceramah Ustaz Mufy Hanif Thalib berisi seruan kepada muslim pegawai bank untuk berhenti bekerja baru-baru ini disorot.

Pasalnya, Ustaz Mufy Hanif Thalib menyebut bank itu riba sehingga harus ditinggalkan oleh para pegawai beragama Islam.

Ceramah Ustaz Mufy Hanif Thalib tersebut salah satunya dibagikan oleh akun Twitter @Jumianto_RK.

"Ceramah Ustaz radikal yang hanya bisa berkata halal haram kofar kafir," tulisnya seperti dikutip beritahits.id, Sabtu (3/4/2021).

Baca Juga: CEK FAKTA: Benarkah Penyerang Mabes Polri, Zakiah Aini Model Foto Dewasa?

Namun, akun itu menyoroti mikrofon sebagaimana dipakai oleh Ustaz Mufy Hanif Thalib.

"Dia gak sadar padahal dia ngomong pakai mik buatan kafir," tukasnya menambahkan.

Ustaz Mufy Hanif Thalib ceramah (Twitter).
Ustaz Mufy Hanif Thalib ceramah (Twitter).

Jangan Kerja di Bank

Dalam video tersebut, terekam momen saat Ustaz Mufy Hanif menyampaikan sebuah ceramah di mimbar.

Potongan ceramah yang disampaikan oleh Ustaz Mufy Hanif itu diduga mengulas tentang pekerjaan sebagai pegawai bank. Dia pun terdengar menyerukan agar umat muslim yang berprofesi sebagai pegawai bank.

Baca Juga: CEK FAKTA: Pelaku Bom Gereja Katedral Makassar Eks Polisi Beragama Kristen?

"Yang masih kerja di bank, bank ribawi, keluar!" tukas Ustaz Mufy Hanif Thalib.

Lebih lanjut, Ustaz Mufy Hanif Thalib berpesan kepada para muslim pegawai bank untuk tak takut kelaparan apabila memutuskan keluar dari pekerjaannya.

Pasalnya, kata Mufy Hanif Thalib, apabila muslim pegawa bank taat kepada Allah SWT, maka tak mungkin dibuat kelaparan.

"Kalau kita taat kepada Allah SWT, kita gak mungkin kelaparan jemaah sekalian. Orang kafir sama Allah dikasih makan," tukasnya.

"Terus kita salat di masjid, gak yakin dikasih rezeki sama Allah, ke mana iman kita jemaah," tandas Ustaz Mufy Hanif Thalib.

Respons Publik

"Hidup bukan untuk menderita dan sakit susah, tapi hidup untuk berkayra, berbuat yang baik, mendapat hasil supaya bisa berbagi dengan yang belum mampu. Bukan malah membawa hidup supaya susah menderita dengan alasan surga. Kejam sekali surga," komentar Ferdinand Hutahaean.

"Orang kafir dikasih makan oleh Allah... karena orang kafir mau berbagi dan beramal untuk sesama manusia tanpa melihat agama dan ras. Bagaimana Allah mau kasih makan orang 'beriman' jika jahat terhadap sesama manusia? Allah tinggal dalam hati orang baik," ujar Dj*******ud.

Tipe-tipe Pekerjaan Menurut Islam

1. Pekerjaan yang Terindikasi Syirik dan Mengandung Sihir

Pekerjaan yang punya potensi terhadap syirik dan sihir ialah jenis pekerjaan seperti perdukunan, peramal nasib, paranormal, dan sejenisnya. Terutama bila sudah memanfaatkan kekuatan jin dan setan.

Selain dukun, paranormal, dan peramal nasib, profesi seperti juru kunci, pembuat patung untuk dipuja, pelukis makhluk bernyawa dan sejenisnya juga bisa tergolong ke arah pekerjaan syirik. Apalagi jika penggunaanya sampai menyekutukan Sang Maha Pencipta.

2. Jual Beli Hal-hal yang Merugikan

Berdagang itu diperbolehkan tapi hal itu bisa menjadi pekerjaan haram menurut Islam kalau kita memperjualbelikan hal-hal yang dilarang oleh syariat Islam. Misalnya, menjual bangkai, daging babi atau babi masih hidup, darah, anjing, minuman keras, narkotika, memperdagangkan manusia, dan lain sebagainya.

Dosanya akan semakin besar jika perdagangan yang kita lakukan mengakibatkan rusaknya suatu generasi bangsa. Pekerjaan jenis itu seperti perdagangan narkotika, minuman keras, dan perdagangan manusia.

Ketiganya sangat potensial merusak pertumbuhan generasi suatu bangsa di masa depan.

3. Memakan Harta Riba

Usaha apa saja itu dibolehkan, tetapi ada ketentuan khususnya, di mana kita harus berbisnis secara jujur. Hal ini sudah dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW, dalam usaha dagangnya, dia selalu menjadi seorang yang jujur.

Harta riba itu berupa mengambil keuntungan berlebih dari penetapan bunga. Misalkan kita membuka usaha pinjam uang. Lalu kita membebankan bunga pengembalian yang melebihi jumlah pinjaman pokok peminjam. Inilah ketidaksesuaian dari situasi tersebut.

Kalau kita menerima bunga pengembalian itu kita sudah memakan harta riba yang diharamkan oleh Islam.

Sebaiknya, kalau Anda meminjamkan uang, ada baiknya mengikuti peraturan Bank Indonesia untuk menetapkan jumlah bunga. Lebih terpuji lagi kalau tidak membebankan bunga kepada peminjam.

Sebenarnya masih ada banyak lagi pekerjaan haram menurut Islam. Sebut saja judi, menimbun barang-barang perdagangan supaya bisa menjual mahal di kemudian hari, mengambil harta anak yatim piatu, mencuri, dan lain sebagainya.

Akan tetapi, diharapkan contoh di atas sudah cukup sebagai peringatan agar kita senantiasa menjaga diri dari perbuatan tercela. Sebagai umat muslim, silahkan pilih pekerjaan yang halal dalam pandangan Islam, supaya selamat dunia akhirat.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait