alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

CEK FAKTA: Pelaku Bom Gereja Katedral Makassar Eks Polisi Beragama Kristen?

Reza Gunadha | Hernawan Sabtu, 03 April 2021 | 12:20 WIB

CEK FAKTA: Pelaku Bom Gereja Katedral Makassar Eks Polisi Beragama Kristen?
Cek fakta pelaku bom bunuh diri Gereja Katedral Makassar eks polisi beragama Kristen? (Turnbackhoax.id).

Berikut fakta di balik klaim yang menyebut pelaku bom bunuh diri Gereja Katedral Makassar ternyata eks polisi dan beragama Kristen Protestan.

BeritaHits.id - Beredar di media sosial, klaim yang menyebut pelaku bom bunuh diri Gereja Katedral Makassar adalah seorang mantan polisi dan beragama Kristen Protestan.

Klaim tersebut dibagikan oleh pemilik akun Facebook Raffi Umar Bawazier pada Rabu (31/3/2021).

Akun itu menyematkan tangkapan layar artikel seolah berjudul "Argo Yuwono: Salah satu pelaku Bom Gereja Katedral Makassar, adalah eks anggota intel yang telah dipecat".

Artikel yang seolah terbit pada 29 Maret 2020 pukul 17.05 itu dilengkapi dengan foto Kepala Divisi Humas Pori Inspektur Jenderal Argo Yuwono. Dalam artikel tercantum pula logo media Kompas.com.

Baca Juga: Biar Kapok, Publik Usul Teroris Mati Dibaptis dan Makam Pakai Salib

Cek fakta pelaku bom bunuh diri Gereja Katedral Makassar eks polisi beragama Kristen? (Turnbackhoax.id).
Cek fakta pelaku bom bunuh diri Gereja Katedral Makassar eks polisi beragama Kristen? (Turnbackhoax.id).

Selain itu, dalam klaim juga disematkan gambar berisi dua foto pria. Pria pertama tampak berjenggot dan mengenakan pakaian bewarna putih dan sorban.

Sementara itu, pria kedua tampak memegang kertas yang bertuliskan "Nama: Bernard Silalahi, Tempat/Tgl Lahir: Medan 25 Desember 1988, Agama: Protestan, Pekerjaan: Exs. Intel Polres Makassar".

Berikut klaim yang ditulis:

"Pelakunya, mantan polisi, agama kristen protestan. Allah telah menunjukkan yang benar. Alhamdulillah..."

Lalu benarkah klaim tersebut?

Baca Juga: Nyanyi Yel-yel Bikin Lapak Pasar Ini Langsung Ramai, Toko Sebelah Insecure

PENJELASAN

Catatan Redaksi:
Artikel ini merupakan bagian dari konten Cek Fakta Suara.com. Dibuat seakurat mungkin dengan sumber sejelas mungkin, namun tidak mesti menjadi rujukan kebenaran yang sesungguhnya (karena masih ada potensi salah informasi). Lebih lengkap mengenai konten Cek Fakta bisa dibaca di laman ini. Pembaca (publik) juga dipersilakan memberi komentar/kritik, baik melalui kolom komentar di setiap konten terkait, mengontak Redaksi Suara.com, atau menyampaikan isu/klaim yang butuh diverifikasi atau diperiksa faktanya melalui email cekfakta@suara.com.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait