Temuan Antigen Bekas Bandara Kualanamu, Mardani Minta Evaluasi Menyeluruh

"Keterlaluan, mengambil keuntungan di saat negara dan warga berjuang keras melawan pandemi," kata Mardani

Reza Gunadha | Chyntia Sami Bhayangkara
Kamis, 29 April 2021 | 14:41 WIB
Temuan Antigen Bekas Bandara Kualanamu, Mardani Minta Evaluasi Menyeluruh
Layanan rapid test antigen digerebek polisi di Bandara Kualanamu [Foto: Antara]

BeritaHits.id - Anggota DPR RI Mardani Ali Sera meminta pemerintah melakukan evaluasi secara menyeluruh terkait temuan kasus rapid test antigen bekas di Bandara Kualanamu.

Hal itu disampaikan oleh politisi PKS itu melalui akun Twitter miliknya @mardanialisera.

"Disaat situasi yang sedang sulit, oknum tersebut justru tidak membantu. Evaluasi secara menyeluruh dan perkuat monitoring pelaksanaan SOP di lapangan agar tidak terulang," kata Mardani seperti dikutip Beritahits.id, Kamis (29/4/2021).

Mardani mendesak agar seluruh oknum di balik skandal tersebut diproses hukum yang berlaku agar menimbulkan efek jera.

Baca Juga:Skandal Rapid Test Antigen Bekas Bandara Kualanamu, Ratusan Orang Tertipu

"Pihak kepolisian harus proses ini agar timbul efek jera. Tindak tegas sesuai dengan ketentuan yang berlaku," tegasnya.

Mardani minta skandal antigen bekas dievaluasi menyeluruh (Twitter/mardanialisera)
Mardani minta skandal antigen bekas dievaluasi menyeluruh (Twitter/mardanialisera)

Mardani sangat menyayangkan adanya sejumlah oknum yang nekat mengambil keuntungan di saat masyarakat sedang berjuang di tengah himpitan ekonomi.

"Keterlaluan, mengambil keuntungan di saat negara dan warga berjuang keras melawan pandemi," ujarnya.

Mardani mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan saat melakukan pengambilan spesimen antigen.

Ia menyarankan masyarakat meminta petugas menunjukkan alat tes yang akan digunakan, khususnya antigen.

Baca Juga:Jelang Lebaran, Aktivitas Layanan Kargo di Bandara Kualanamu Naik

Pastikan alat tes yang akan digunakan berasal dari kemasan yang masih tersegel untuk menjamin kebaruannya.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini

Tampilkan lebih banyak