Pengkritik Pemerintah Selalu Diserang, Rachland: Apa Jokowi Tak Malu?

"Tiap kali kebijakannya dikritik, pengkritiknya diserang bahkan dengan tanpa sungkan menebar fitnah," kata Rachland.

Reza Gunadha | Chyntia Sami Bhayangkara
Selasa, 11 Mei 2021 | 13:19 WIB
Pengkritik Pemerintah Selalu Diserang, Rachland: Apa Jokowi Tak Malu?
Tangkapan layar--Presiden Joko Widodo mengaku aktif dalam kegiatan pencinta alam semasa kuliah dulu di Universitas Gajah Mada atau UGM Yogyakarta. Hal itu diungkapkan Jokowi saat berbincang bersama Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia, Nadiem Makarim dalam Podcast Hardiknas, Minggu (2/5/2021).

Denny Indrayana mengaku pernah ditawari untuk menjadi seorang buzzer dengan upah fantastis mencapai miliaran rupiah pada saat Pilkada 2020.

“Saya ditawarin miliar rupiah. Paling murah yang menawarkan saya Rp 600 juta hanya untuk buzzer dengan orang cuma 20,” ungkapnya diskusi Demokrasi dalam Cengkeraman Oligarki.

Politikus Demokrat tersebut lantas mengungkap harga sewa buzzer di Kalimantan Selatan (Kalsel) saat Pilkada menurut sepengetahuannya.

Tak tanggung-tanggung, dia mengatakan, para buzzer bisa mendapat uang hingga Rp 800 juta untuk jasanya.

Baca Juga:Muncul Lagi, Jozeph Paul Zhang Soal Bipang Ambawang Singgung Umat Islam

"Sebagai gambaran di 2015, Cagub ini mengeluarkan Rp 500 miliar. Ketua tim pemenangannya menyebut Rp 600 miliar, relasinya menyebut Rp 800 miliar,” kata Denny.

Sekadar informasi, buzzer adalah orang atau sekelompok orang yang bergerak secara terorganisir di dunia maya, untuk menyuarakan satu pendapat yang sama dengan maksud mempengaruhi opini publik secara luas.

Para buzzer ini akan vokal jelang konstestasi untuk mendukung salah satu pihak.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini

Tampilkan lebih banyak