facebook

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Blak-blakan, Novel Baswedan Bongkar Penyelundupan Tes Wawasan Kebangsaan

Rifan Aditya | Hernawan Minggu, 23 Mei 2021 | 10:58 WIB

Blak-blakan, Novel Baswedan Bongkar Penyelundupan Tes Wawasan Kebangsaan
Novel Baswedan soal KPK (YouTube).

Novel Baswedan mengatakan kewajiban mengikuti tes TWK diselipkan oleh Ketua KPK Firli Bahuri secara sembunyi-sembunyi sebelum akhirnya disahkan.

BeritaHits.id - Penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel Baswedan secara blak-blakan mengungkap proses munculnya tes wawasan kebangsaan (TWK) dalam serangkaian proses alih status pegawai KPK menjadi Aparatur Sipil Negara (KPK).

Novel Baswedan mengatakan, kewajiban mengikuti tes TWK diselipkan oleh Ketua KPK Firli Bahuri secara sembunyi-sembunyi sebelum akhirnya disahkan.

Pernyataan itu disampaikan oleh Novel Baswedan dalam video berjudul "Novel Baswedan 'Siapa Dibalik Tes Wawasan Kebangsaan KPK" yang tayang di kanal YouTube Karni Ilyas Club.

Novel Baswedan mengawali pemaparannya dengan menyinggung bahwa menurut peraturan yang ada, peralihan status bukan berarti diseleksi atau menempuh proses rekrutmen lagi. Adapun alih status tersebut tidak boleh merugikan pegawai KPK.

Baca Juga: Curhat Cewek Turuti Semua Mau Pacar, Syok Buka Dompet Temukan Tanah Kuburan

"UU Nomor 19 tahun 2019, dalam UU dikatakan adalah peralihan, bukan diseleksi atau dilakukan rekrutmen. Kemudian dalam PP 41 tahun 2020 dikatakan sama, dan dari keterangan pemerintah dan DPR, dikatakan bahwa semangat peralihan tidak merugikan pegawai KPK. Hal itu senada dengan putusan MK," tegas Novel Baswedan seperti dikutip beritahits.id.

Novel Baswedan soal KPK (YouTube).
Novel Baswedan soal KPK (YouTube).

Namun, seiring berjalannya proses peralihan, Novel Baswedan mengatakan ada pihak yang tiba-tiba menyelipkan norma tentang adanya tes wawasan kebangsaan.

"Kemudian dalam pembahasan peraturan komisi, tim perumus sama, sejak awal mengatakan, kami dari wadah pegawai juga mendapatkan banyak informasi dan beberapa kali dilibatkan dalam pembahasan itu. Dikatakan bahwa semangatnya adalah peralihan dilakukan segera mungkin, secepat mungkin, dan tidak merugikan hak pegawai. Semuanya selaras. Tapi di penghujung peraturan komisi itu akan disahkan, tiba-tiba ada yang menyelipkan norma tentang adanya tes wawasan kebangsaan," ungkapnya.

Dari informasi yang diperoleh, Novel Baswedan menyebut Firli Bahuri memasukkan adanya tes wawasan kebangsaan. Padahal statusnya sebagai ketua KPK, tidak masuk dalam tim perumusan.

Oleh sebab itu, Novel Baswedan lalu mengaku bahwa dirinya bertanya langsung ke Firli Bahuri terkait tujuan adanya tes wawasan kebangsaan.

Baca Juga: Rocky Gerung Ragu Jokowi sampai 2024, Refly Harun Ikut Mengingatkan

"Saya WA pak Filri ini kepentingannya apa, apa ada kepentingan tertentu. Dijawab hanya untuk memastikan tidak terlibat organisasi terlarang, cinta Pancasila dan UUD 1945, dan tentang moralitas atau integritas," kata Novel Baswedan.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait