Banyak Nakes Resign karena Insentif Ditahan
Ia juga menjelaskan bahwa para nakes banyak yang mengundurkan diri. Mereka terkendala oleh insentif yang sempat ditahan. Doketr Eva menyebut para nakes tersebut tak mempunyai gaji dan hanya bergantung pada insentif.
"Banyak nakes yang resign karena kemarin insentif mereka ditahan-tahan, mungkin negara memang sulit tapi mereka juga sulit mereka butuh hidup, mereka hanya mengandalkan insentif tidak punya gaji, itu fakta di lapangan," ujar dr. Eva.
Bongkar Fakta di Lapangan Soal Obat dan Nakes
Baca Juga:Banyak Nakes Terpapar Covid-19, Pemkab Cianjur Rekrut Relawan Kesehatan
Dokter Eva menyebut kondisi persedian obat di lapangan banyak yang mengalami kekurangan. Kalaupun ada obat, jumlah nakes yang akan memberikan obat dan merawat pasien tetap tak mencukupi.
"Fakta di lapangan obat-obat tidak ada, obat-obat kurang semua, saya bingung pasien dirawat pun tidak ada obat-obatan," ujarnya lagi.
Kepada dr. Siti Nadia Tarmizi, ia sekali lagi menekankan bahwa kondisi di lapangan sangatlah kekurangan, baik dalam hal obat, maupun tenaga kesehatan.
"Kami bahkan obat tidak ada, kalaupun ada obat, tenaga medis tidak kuat untuk bagi-bagi obat pegang satu-satu orang, pasien kritis itu harusnya 4 perawat, ini 50 pasien perawatnya jumlahnya berapa. Itu fakta dok di lapangan, kami sangat kesulitan" paparnya.
Baca Juga:Lihat Teman Main Sendiri karena Isoman, Aksi Bocah Hibur dari Kejauhan Bikin Haru