alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Kenapa Pinjol atau Pinjaman Online Menggiurkan?

Dany Garjito Jum'at, 15 Oktober 2021 | 17:35 WIB

Kenapa Pinjol atau Pinjaman Online Menggiurkan?
Kenapa Pinjol atau Pinjaman Online Menggiurkan? Ilustrasi uang. (Shutterstock)

Berikut alasan pinjol menggiurkan.

BeritaHits.id - Pinjaman Online atau Pinjol membuat banyak orang tergoda untuk mencoba. Bahkan tak sedikit yang sampai terjerat utang pinjol.

Kenapa banyak orang tergoda dengan pinjol?

Menyadur Digstraksi -- jaringan Suara.com, berikut alasan pinjol menggiurkan.

Manusia Tidak Kenal Cukup

Baca Juga: Presiden Jokowi Minta Jajarannya Tindak Tegas Pinjaman Online Ilegal

Habitat manusia adalah masyarakat yang dituntut untuk bisa survive dalam keadaan apapun. Cara-cara manusia mencari pendapatan sangat beragam, dari mulai bekerja full time, bekerja serabutan, hingga buruh kasar. Namun terkadang itu semua tidak mencukupi kehidupan manusia itu sendiri.

Gaya hidup dan ekspektasi ketenaran yang melebihi manusia normal adalah salah satu godaan terbesar. Banyak platform yang dapat membuat sang manusia bisa populer dengan instan.

Bagaimana dengan kebutuhan hidup sehari-harinya? Kebanyakan dari mereka lebih banyak memperhatikan para penggemar daripada diri sendiri. Keadaan kehidupan menaiki level yang lebih populer memaksa biaya hidup semakin royal. Maka, pendapatan yang tidak balance dengan kebutuhan mengakibatkan manusia tersebut membutuhkan sumber dana lain yang bisa didapatkan secara langsung.

Bank pasti memiliki syarat mutlak yang sulit. Orang terdekat mungkin juga tidak menaruh kepercayaan kepada kita, apalagi pinjaman tersebut dalam jumlah yang cukup banyak. Akhirnya pilihan jatuh ke pinjol.

Kebutuhan Segera

Baca Juga: Tagih Utang dengan Ancaman Gambar Porno, Polisi Tetapkan 3 Tersangka Pinjol Ilegal

Ilustrasi uang THR. (Shutterstock)
Kenapa Pinjol atau Pinjaman Online Menggiurkan? Ilustrasi uang. (Shutterstock)

Para manusia selalu memiliki keinginan untuk mendapatkan apa yang Ia inginkan. Beberapa objek yang pernah hinggap di depan mata dan sangat ingin dimiliki menjadi motivasi tersendiri untuk menabung secara massive jika barang tersebut termasuk mahal harganya.

Objek tersebut bisa berupa kebutuhan primer tanah, rumah, dan kendaraan. Kita menghitung dengan seksama bahwa jika kita mengambil pinjol, mungkin dengan penghasilan kita perbulan bisa menutupinya sedikit demi sedikit.

Tapi apalah daya jika ketentuan untuk mengkoreksi itu semua menjadi mentah. Ternyata setiap bulan ada saja keperluan tidak terduga yang harus dikeluarkan. Akhirnya terjebak oleh pinjol yang tidak tertutupi. Bulan demi bulan, hingga muncul tagihan “paksa” dari perusahaan pemberi pinjaman. Siapa yang salah?

Terlilit Hutang

Ketika kita sudah menjadi seorang yang memiliki tanggung jawab atas orang lain seperti kepala keluarga. Maka, tuntutan untuk membahagiakan keluarga adalah hal yang utama. Penghasilan yang didapatkan harus sesuai dengan kebutuhan tiap-tiap anggota keluarga.

Para kepala keluarga yang berhasil mengatur keuangannya sesuai dengan kebutuhan tersebut akan selamat dari segala bentuk hutang dan pinjaman apapun.

Tetapi, bagi mereka yang tidak mengatur dan bahkan mengeluarkan semuanya secara berlebihan, niscaya akan tersangkut dengan yang namanya hutang. Perkara sulit ini sering kita temukan disekitar keluarga kita. Sulit rasanya ingin meminta hutang tersebut untuk dikembalikan.

Ada tiga kemungkinan yang akan kita dapatkan dari sang penghutang. Pertama, kita akan ditolak dengan halus. Kedua, kita akan diberikan setengah dari total hutang. Ketiga, kita akan menerima seluruh hutang secara lunas.

Balik kepada Si Tuan Ngutang tadi. Bisa saja Ia adalah termasuk salah satu nasabah pinjol jika memang pendapatan normal dan pengeluaran (termasuk hutang) tidak akan bisa terpenuhi, jika tidak mengambil langkah lain. Akhirnya Ia mengambil jalan pintas untuk memakai jasa pinjol, karena tersesak oleh permintaan dari yang punya piutang.

Maka dari itu cukupkan lah hidup kita, sesuai dengan pendapatan dan kebutuhan.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait