CEK FAKTA: Viral Cewek Ngaku Dipaksa Tanda Tangan Agar Sang Ibu 'Dicovidkan', Benarkah?

Geger video pihak RSUD paksa tanda tangan agar dicovidkan, benarkah?

Reza Gunadha | Sekar Anindyah Lamase
Senin, 14 Maret 2022 | 19:55 WIB
CEK FAKTA: Viral Cewek Ngaku Dipaksa Tanda Tangan Agar Sang Ibu 'Dicovidkan', Benarkah?
CEK FAKTA: Viral Cewek Ngaku Dipaksa Tanda Tangan Agar Sang Ibu 'Dicovidkan', Benarkah? (Kominfo.go.id)

BeritaHits.id - Viral video seorang perempuan yang mengaku dipaksa untuk melakukan tanda tangan supaya ibunya menjadi positif covid meski hasilnya negatif.

Video tersebut diunggah oleh akun Tirta Siregar di jejaring media sosial TikTok.

Insiden pemaksaan tanda tangan 'dicovidkan' tersebut diklaim terjadi di RSUD Cipayung, Jakarta Timur, DKI Jakarta.

Dalam caption unggahannya, perempuan itu mengaku si perawat mengungkapkan hasil tes ibunya yang negatif.

Baca Juga:Jokowi dan Iriana Tidur di Tengah Hutan Malam Ini, Seperti Apa Tempat Mandi dan Buang Air Mereka?

Akan tetapi, perempuan itu mengaku harus mau tanda tangan supaya dicovidkan.

Begini narasi yang dituliskan dalam keterangan video tersebut.

"Ibu gue negatif mau dicovidkan dan gue disuruh tandatangani di RSUD daerah Jaktim"

Lalu benarkah klaim tersebut?

Penjelasan

Baca Juga:Bejat, Duda Asal Nias Selatan Pacari Janda Demi Cabuli Anaknya

Dilansir dari laman Kominfo.go.id, klaim narasi wanita yang mengaku dipaksa tanda tangan agar ibunya 'dicovidkan' tersebut tidaklah benar.

Hal itu ditegaskan oleh Direktur RSUD Cipayung, Ekonugroho Budhi Prasetyo yang berkata bahwa pengakuan wanita itu tidak benar.

CEK FAKTA: Viral Cewek Ngaku Dipaksa Tanda Tangan Agar Sang Ibu 'Dicovidkan', Benarkah? (Kominfo.go.id)
CEK FAKTA: Viral Cewek Ngaku Dipaksa Tanda Tangan Agar Sang Ibu 'Dicovidkan', Benarkah? (Kominfo.go.id)

Kronologi kejadian bermula ketika pasien berinisial M (64) datang berobat ke RSUD Cipayung pada 16 Februari 2022.

Menurut penjelasan Budhi, pasien memiliki keluuhan batuk dan sesak selama satu minggu belakangan.

Ketika berobat saat itu, pasien membawa hasil pemeriksaan swab rapid antigen dengan memperlihatkan hasil negatif yang dilakukan 5 hari sebelumnya.

Mempertimbangkan kondisi pasien saat itu, dengan hasil pemeriksaan dokter akhirnya merencanakan untuk melakukan pemeriksaan dengan rapid anitgen ulang.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 10 Soal Bahasa Inggris Kelas 12 SMA Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Sehat Ginjalmu? Cek Kebiasaan Harianmu yang Berisiko Merusak Ginjal
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Ekstrovert, Introvert, Ambivert, atau Otrovert?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Cocok Kamu Jadi Orang Kaya? Tebak Logo Merek Branded Ini
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: iPhone Seri Berapa yang Layak Dibeli Sesuai Gajimu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Andai Kamu Gabung Kabinet, Cocoknya Jadi Menteri Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Masuk ke Dunia Disney Tanpa Google, Bisakah Selamat?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Hidupmu Diangkat ke Layar Lebar, Genre Film Apa yang Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kira-Kira Cara Kerjamu Mirip dengan Presiden RI ke Berapa?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak