"Baru saja ibu, ayah membuka celana dalam Mai. Papa menggosok vagina Mai. Papa memasukkan jari ke ke dalam vagina Mai. Sakit, sakit!" kata anak kecil itu.
Si wanita mengaku memang mengajarkan bagian tubuh rahasia yang dapat disentuh dan tidak dapat disentuh.
"Siapa yang bisa menyentuh dan siapa yang tidak bisa menyentuh juga. Jika ada yang menyentuhnya, beri tahu ibu. Jadi itulah yang dilakukan Maisarah," ungkap wanita itu.
Wanita itu mengaku dia mencoba mengendalikan emosinya dan bertindak seolah-olah tidak ada yang terjadi. Hingga akhirnya dia pun bertekad untuk mengajukan laporan kepada polisi.
Wanita itu kemudian membawa Maisarah ke rumah sakit untuk diperiksa. Polisi kemudian menghubunginya untuk memberi tahu bahwa pria itu telah menyerahkan diri dan ditahan.
Istri Lain Tiba-tiba Datang
"Para istri lainnya berulang kali disampaikan tapi aku tidak menjawab. Mai ditahan di bangsal dan pada hari ketiga, Jabatan Kebajikan Masyarakat (JKM) datang untuk mengambil laporan dari kami," ungkapnya.
Istri lain suami itu tiba-tiba datang mencari si wanita.
"Mereka mendobrak masuk ke rumah saya dan mencari kami secara merata di dekat rumah ibu dan saudara-saudara saya. Alasan para istri itu mencariku adalah untuk mengajak kita makan bersama. Sebenarnya, sebelum ini, kami mengurus urusan kami sendiri dan tak pernah ikut campur satu sama lain," lanjutnya.
Diminta Cabut Tuntutan