Menurut Luhut, China memiliki kelebihan daripada lainnya yakni kerap memberikan apa permintaan dari Indonesia.
"Diantaranya yakni China mau berbagi teknologi dalam proses kerja sama. Hal ini untuk percepatan pemulihan ekonomi. BPPT harus sukses dalam melakukan reverse engineering. Saya kira iu sangat penting. Jangan kita mulai dari nol. Kita harus leap frog. Di mana untuk bisa itu kita harus bisa nempel dulu baru loncat. Apabila nol saja kita begini terus ngikutin di belakang," tegas Luhut.
"Jadi itu sebabnya kenapa saya datang dengan China. Kenapa? Karena China menurut saya sangat generous untuk memberikan teknologinya. Sampai hari ini apa saja yang kita minta dia mau dan itu membuat kita bisa kejar," lanjutnya.
Soal China, Luhut dalam kesempatan itu juga mengungkit anggapan yang menyebut TKA China akan menggusur orang lokal dalam ranah pekerjaan.
Baca Juga:Putri Pendiri Partai Demokrat Kenang Wasiat Ayah: Loyal dan Menjaga Pak SBY
Padahal, kata Luhut, jumlah TKA China yang datang ke Indonesia pun jumlahnya sangat kecil. Dia mencontohkan dengan kasus di Kawasan Industri Konawe, Sulawesi Tenggara.