alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

HRS Akhirnya Ngaku Langgar Prokes Covid-19: Nggak Sengaja, Kami Tak Berniat

Dany Garjito | Ruth Meliana Dwi Indriani Rabu, 05 Mei 2021 | 11:33 WIB

HRS Akhirnya Ngaku Langgar Prokes Covid-19: Nggak Sengaja, Kami Tak Berniat
Habib Rizieq (tengah) diapit para saksi yang dihadirkan tim pengacaranya dalam sidang kasus kerumunan Petamburan yang digelar di PN Jakarta Timur. (Suara.com/Bagaskara)

Habib Rizieq mengaku jika dirinya bersalah telah melanggar prokes Covid-19.

BeritaHits.id - Habib Rizieq kembali menjalani persidangan atas kasus pelanggaran protokol kesehatan Covid-19 di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Senin (3/5/2021). Dalam sidang ini, Habib Rizieq mengaku jika dirinya bersalah telah melanggar prokes Covid-19.

Rizieq sendiri telah menjadi terdakwa pelanggaran protokol kesehatan kerumunan di Petamburan dan Megamendung. Ia menjelaskan pihaknya tidak bermaksud melanggar protokol kesehatan yang ada.

Menurutnya, kerumunan yang terjadi sudah diluar kendali panitia. Rizieq menegaskan ia dan panitia sama sekali tidak memiliki niatan untuk mengacuhkan aturan protokol kesehatan.

"Kami mengaku ada kerumunan, ada pelanggaran prokes tetapi saya yakin panitia di luar kesengajaan, tidak punya niat melanggar prokes," jelas Rizieq seperti dikutip dari Terkini.id -- jaringan media Suara.com, Rabu (5/5/2021).

Baca Juga: Kapolda dan Pangdam Ditunjuk Jokowi Awasi Skrining Covid dari Luar Negeri

Dalam kesempatan ini, Rizieq turut membongkar kejadian kerumunan dari acaranya. Ternyata, ia sempat mengingatkan panitia untuk memastikan acara berjalan sesuai protokol kesehatan Covid-19.

Bahkan, ia beberapa kali menegur panitia dengan pengeras suara agar massa yang datang tetap berjaga jarak.

"Pada saat itu, saya tegur panitia, melalui mic supaya jaraknya dikembalikan dan sebagainya. Untuk supaya prokes tidak dilanggar," beber Rizieq.

"Bahkan saya sampaikan ke panitia, kalau tidak bisa diatur juga, ya kita jangan sampai lewat tengah malam," sambungnya.

Tak sampai di situ, Rizieq menceritakan ia sempat mempertimbangkan untuk membubarkan massa. Hal ini lantaran acaranya sangat ramai dan penuh kerumunan.

Baca Juga: Semakin Deras! Muncul Klaster Musala di Banyumas, 33 Orang Positif Covid-19

"Sebaiknya kita pertimbangkan, kalau ngga bisa diatur juga, ya kita bubarkan saja," imbuh Rizieq.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait