3. Rutin Mencatat Masa Subur
Selain melakukan hubungan intim secara rutin, hal yang penting untuk diketahui pasutri untuk mendapatkan buah hati adalah mencatat masa subur alias masa ovulasi dengan cermat.
Ada banyak cara untuk bisa menghitung masa subur, misalnya dengan menggunakan aplikasi atau dengan menghitung secara manual.
Untuk menghitung secara manual, Anda perlu memerhatikan siklus haid per bulannya. Misalnya, jika siklus haid berlangsung selama 26-32 hari, maka berhubungan intim 8-19 hari setelah menstruasi berakhir bisa menjadi pilihan terbaik.
Akan tetapi, jika Anda mengalami siklus haid yang tidak teratur, ada cara lain yang bisa dilakukan sebagai penggantinya. Anda bisa mencatat dan mengamati debit lendir yang keluar dari organ intim. Lendir dari serviks ini jumlahnya banyak dan menjadi sangat tipis, elastis, dan jernih saat Anda mendekati masa ovulasi, demikian menurut Staci Pollack, MD ahli kandungan Montefiore Health System.
Selain itu, Anda juga bisa mengukur suhu tubuh secara teratur menggunakan termometer. Peningkatan suhu tubuh sebesar 0,6 derajat Celcius atau lebih yang berlangsung lebih dari 10 hari menjadi tanda bahwa perempuan sedang dalam masa subur.
4. Menghindari Stres dan Tekanan yang Berlebihan
Nasihat untuk menghindari stres tentu cukup susah dilakukan selama kehidupan masih terus berjalan. Akan tetapi, level stres yang terlampau tinggi akan memberikan dampak yang buruk bagi pulang kehamilan. Oleh karena itu, bagi pasangan yang sedang melakukan program hamil sebaiknya segera mencari cara untuk bisa meredakan tekanan dan stres yang ada di dalam diri.
Bersama pasangan, Anda bisa melakukan aktivitas, seperti hobi yang menyenangkan, bermain game, atau membaca buku. Melakukan rutinitas relaksasi dan meditasi juga bisa menjadi pilihan yang baik.
Jika memang diperlukan, Anda dan pasangan juga bisa berkonsultasi dengan psikolog untuk meredakan stres serta depresi yang dirasa terlalu membebani.