Memilukan, Bocah Laki-laki Pilih Telantar di Jalan Daripada Tinggal di Rumah: Enggak Mau Ayah Galak

Anak laki-laki yang tidak disebutkan nama nya mengakui kabur dari rumah karena takut dengan ayahnya yang galak.

Dany Garjito | Evi Nur Afiah
Selasa, 26 Juli 2022 | 14:45 WIB
Memilukan, Bocah Laki-laki Pilih Telantar di Jalan Daripada Tinggal di Rumah: Enggak Mau Ayah Galak
Ilustrasi orang tua marah kepada anaknya (Pexels/August de Richelieu)

Namun, tak semua hal yang berniat baik, akan berdampak baik pula. Pola asuh yang terlalu keras, misalnya sering memarahi anak, baik itu meneriaki, membentak, atau bahkan mengumpat, bukanlah cara yang tepat dalam mengasuh anak. Karena secara jangka panjang, akan berdampak buruk bagi kondisi psikologis anak.

Di bawah ini akan dibahas beberapa contoh dampak buruk akibat sering memarahi anak.

1. Semakin memperburuk masalah perilaku mereka

Namanya anak-anak, ada saja tingkah laku mereka. Termasuk yang menguji kesabaran para orang tua. Sebaiknya, hindari mendisiplinkan anak dengan cara membentak.

Baca Juga:Ridwan Kamil Dinobatkan jadi Ayah Inspiratif dan Keluarga Teladan di Indonesia, Apa Alasannya?

Mungkin hal tersebut bisa meredakan perilaku buruk mereka. Tapi, itu hanya sementara. Dalam jangka panjang, justru perilaku mereka akan lebih buruk lagi.

Sebuah studi yang diterbitkan dalam Society for Research in Child Development, meneliti tentang perilaku anak 13 tahun. Para partisipan ini tinggal di keluarga yang menerapkan disiplin dengan cara yang keras, termasuk sering memarahi anak. Hasilnya, perilaku anak-anak tersebut semakin memburuk di tahun berikutnya.

2. Mempengaruhi perkembangan otak anak

Manusia lebih cepat memproses informasi negatif dibanding positif. Itulah kenapa, kita lebih mudah untuk menyebutkan kekurangan-kekurangan kita, dibanding kelebihan kita. Dan pola asuh yang keras, yang lebih mengandalkan cara negatif (misalnya dengan membentak anak), ternyata juga berpengaruh terhadap perkembangan otak mereka.

Penelitian tahun 2011 yang dimuat dalam jurnal NeuroImage, membandingkan kondisi otak lewat MRI, antara anak yang dulunya sering dibentak dibandingkan anak yang dulunya tidak mengalami kekerasan verbal. Hasilnya, terdapat perbedaan fisik yang signifikan di bagian otak, yang bertanggung jawab pada pemrosesan bahasa dan suara.

Baca Juga:Dikira Calon Pelanggannya, PSK Ini dapat Pesan WA Ternyata Kenalan Ayahnya, Netizen: Auto Kaget Pasti Ini

3. Menyebabkan anak depresi

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini

Tampilkan lebih banyak