“Pukul 14.00 ada laporan penemuan mayat di perkebunan teh Dusun Kopen, Desa Baleagung. Setelah kita cek di sana ditemukan mayat berjenis kelamin laki-laki.”
Saat ditemukan, kondisi mayat masih mengenakan baju utuh. Terdapat luka di pelipis korban.
“Masih kami dalami (penyebab) luka itu. Saat kita datang ke TKP beserta tim Inafis (Polres Magelang) dan dari dokter Puskesmas Kecamatan Grabag,” kata AKP Slamet Mulyanto.
Informasi sementara, korban meninggalkan rumah dijemput oleh salah seorang temannya. “Informasi dari keluarga pergi dari rumah sejak sore. Informasi dijemput teman," jelasnya.
Polisi masih mendalami keterangan soal siapa teman yang menjemput Wahid Syaiful Hidayat di rumahnya. “Masih kami dalami. Ditemukan sore kira-kira pukul 15.30 WIB. Bersama temannya. Itu masih kita dalami juga. Dugaan masih dalam proses penyelidikan," ujar dia.
Jenazah Wahid Syaiful Hidayat saat ini berada di kamar jenazah Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Muntilan. Korban tiba di rumah sakit sekitar pukul 16.00 WIB.
Jenazah Wahid masih tersimpan di kantong mayat, menunggu pemeriksaan dari tim forensik Polda Jawa Tengah. “Kita belum buka. Tanpa ada polisi kita tetap belum berani menyentuh mayat (memeriksa kondisi jenazah),” kata Tomo petugas jaga pemulasaraan jenazah RSUD Muntilan.
Tomo juga tidak bisa memberi keterangan soal kondisi jenazah. Termasuk menjelaskan soal adanya luka yang mungkin mengarah pada terjadinya tindakan kekerasan.
“Apalagi yang dititipkan ke kami dari kepolisian tanpa ada petunjuk lanjutan. Mereka (polisi) nanti mau seperti apa kan kita belum berani. Kondisi jenazah masih dalam posisi awal," paparnya.
Baca Juga:Petani Magelang Sukses Budidaya Sawo Sebesar Kepala, Panen Satu Pohon Bisa Beli Motor