Pesan Terakhir Ibu untuk Bayinya di Gaza: Masa Depan Tampaknya Hanya Menjanjikan Lebih Banyak Siksaan

Berikut merupakan isi pesan yang ditulis oleh salah seorang ibu di Gaza untuk bayi dan keponakannya yang juga masih belia.

Agatha Vidya Nariswari | Dita Alvinasari
Minggu, 19 November 2023 | 11:55 WIB
Pesan Terakhir Ibu untuk Bayinya di Gaza: Masa Depan Tampaknya Hanya Menjanjikan Lebih Banyak Siksaan
Seorang wanita menggendong seorang gadis bereaksi setelah serangan udara Israel menghantam lingkungan Ridwan di Kota Gaza, Gaza pada 23 Oktober 2023. (ANTARA/Ali Jadallah / Anadolu/pri.)

Setiap hari, kami pergi ke rumah sakit, juga tempat kerja saya saat ini sebagai jurnalis, mencari informasi tentang sumber air yang tersedia.

Kegembiraan pulang ke rumah dengan membawa air terasa seperti memegang harta karun, sebuah pengingat akan kekacauan seputar kebutuhan dasar – air.

Kelangkaan ini tidak hanya terbatas pada air, tetapi juga membuat kami khawatir akan berkurangnya persediaan susu formula dan popok bayi. Ezz, meski ada tantangan, ayahmu berhasil memberikan susu formula untukmu. Tapi ya, kami harus mengganti formula Anda karena tidak tersedia, berisiko menimbulkan ketidaknyamanan sementara.

Saat kita menavigasi pertarungan nyata antara rasa haus dan lapar ini, mendiskusikan formula yang paling cocok untuk Anda sepertinya merupakan sebuah kemewahan. Segalanya kini berkisar pada pencegahan kelaparan .

Baca Juga:Beda dari Deddy Corbuzier, Kata Bang Onim Soal Boikot Produk Israel: Manjur, InsyaAllah!

Saya ingin memperkenalkan Anda pada dunia yang “menakjubkan” ini yang menyaksikan perjuangan kita di bawah berbagai cara genosida.

Selain kekurangan air dan makanan, sudah lebih dari sebulan tidak ada listrik, internet, jaringan komunikasi, persediaan supermarket, roti atau bahan bakar.

Serangan udara yang terus-menerus menimbulkan pertumpahan darah tanpa akhir, menargetkan setiap aspek kehidupan, membuat dunia ini tidak aman bagi bayi tak berdosa seperti Anda.

Setiap hari di rumah sakit, saya menyaksikan mayat-mayat yang terbungkus kain kafan berdarah – wanita, pria, dan orang tua – namun yang paling menyayat hati adalah tubuh anak-anak. Bayi di sini mempelajari suara misil sebelum melodi masa kanak-kanak.

Terlantar, terputus, berduka dan terkepung – inilah cara rakyat Gaza menanggung agresi Israel yang terus berlanjut.

Baca Juga:Kesaksian Mantan Relawan Bangun Rumah Sakit Indonesia di Gaza: Awal Mei 2011 Kita Mulai Tahap Pertama

Sayangku,

Ini mungkin surat terakhirku. Ingatlah untuk tidak memaafkan mereka yang diam saja menghadapi penderitaan kita. Kehidupan di Gaza selalu penuh tantangan, namun kami berusaha untuk hidup, bermimpi, dan berkembang. Kini, penyesalan membayangi setiap momen yang kami bayangkan membawa Anda ke kehidupan yang lebih baik.

Melihat senyuman dan berpegangan tanganmu di tengah kekacauan membuat hatiku patah. Harapan untuk masa depan yang lebih baik di sini sangatlah langka; masa depan tampaknya hanya menjanjikan lebih banyak siksaan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak