Beberapa jenis ikan secara alami memiliki zat kimia bernama histidin (asam amino) berkadar tinggi, di antaranya tongkol, makarel, sarden (salah satu spesiesnya adalah ikan tembang), tuna, teri, haring, dan lain-lain.
Asam amino esensial di beberapa ikan dapat berubah menjadi histamin saat terkontaminasi bakteri. Bakteri tersebut adalah bagian dari mikroflora alami kulit, insang, dan usus ikan yang baru ditangkap.
Menurut laman resmi Centre for Food Safety Hong Kong yang dikutip oleh Turnbackhoax.id, tingginya kandungan histamin dalam ikan dan produk ikan tergantung jenis ikan, kontrol suhu, dan waktu.
Pembentukan histamin dapat terjadi di sepanjang rantai pasokan ikan dan produk ikan, mulai dari ikan yang baru ditangkap nelayan, dibawa berlayar sampai ke pelabuhan, dijajakan pedagang, sampai ke dapur.
Baca Juga:Video TikTok Seorang Perempuan Dicium Teman-teman Prianya, Mendadak Viral!
Dari hasil penelitian, keracunan histamin terdeteksi di sampel ikan yang dibiarkan di suhu ruangan selama 24 jam. Namun, histamin tidak terdeteksi saat sampel ikan disimpan di suhu 2 derajat Celcius sepanjang 7 hari.
KESIMPULAN
Dari penjelasan sebelumnya, dapat disimpulkan bahwa klaim yang menyebut ikan tongkol dan ikan tembang membawa penyebaran penyakit baru adalah hoaks. Melainkan berita tentang sejumlah warga yang keracunan ikan.
Klaim tersebut masuk dalam kategori konten yang menyesatkan.