facebook

Highlight Terpopuler News Lifestyle Indeks

CEK FAKTA: Pelaku Bom Gereja Katedral Makassar Eks Polisi Beragama Kristen?

Reza Gunadha | Hernawan Sabtu, 03 April 2021 | 12:20 WIB

CEK FAKTA: Pelaku Bom Gereja Katedral Makassar Eks Polisi Beragama Kristen?
Cek fakta pelaku bom bunuh diri Gereja Katedral Makassar eks polisi beragama Kristen? (Turnbackhoax.id).

Berikut fakta di balik klaim yang menyebut pelaku bom bunuh diri Gereja Katedral Makassar ternyata eks polisi dan beragama Kristen Protestan.

"N: ALIPIN ANDRI BIN M RUDI
KASUS: PENUSUKAN SYEH ALI JABER
TGL: 13-09-2020".

Tulisan itu merupakan tulisan tangan, bukan hasil cetakan seperti yang digunakan dalam klaim beredar. Dengan demikian foto itu disebut suntingan.

Cek fakta pelaku bom bunuh diri Gereja Katedral Makassar eks polisi beragama Kristen? (Turnbackhoax.id).
Cek fakta pelaku bom bunuh diri Gereja Katedral Makassar eks polisi beragama Kristen? (Turnbackhoax.id).

3. Pelaku Aksi Bom di Gereja Katedral Makassar

Semetara itu, dilansir Tempo, Polri menyebut bahwa pelaku aksi bom bunuh diri di Gereja Katedral Makassar adalah pasangan suami istri.

Baca Juga: Biar Kapok, Publik Usul Teroris Mati Dibaptis dan Makam Pakai Salib

"Betul, pelaku pasangan suami-istri, baru menikah enak bulan," ujar Kepala Divisi Humas Polri Inspektur Jenderal Argo Yuwono pada 29 Maret 2021.

Cek fakta pelaku bom bunuh diri Gereja Katedral Makassar eks polisi beragama Kristen? (Turnbackhoax.id).
Cek fakta pelaku bom bunuh diri Gereja Katedral Makassar eks polisi beragama Kristen? (Turnbackhoax.id).

KESIMPULAN

Dari penjelasan di atas, disimpulkan bahwa klaim yang menyebut pelaku bom bunuh diri Gereja Katedral Makassar ialah eks polisi dan beragama Kristen Protestan tersebut salah.

Klaim itu masuk dalam kategori Konten yang Dimanipulasi.

Baca Juga: Nyanyi Yel-yel Bikin Lapak Pasar Ini Langsung Ramai, Toko Sebelah Insecure

Catatan Redaksi:
Artikel ini merupakan bagian dari konten Cek Fakta Suara.com. Dibuat seakurat mungkin dengan sumber sejelas mungkin, namun tidak mesti menjadi rujukan kebenaran yang sesungguhnya (karena masih ada potensi salah informasi). Lebih lengkap mengenai konten Cek Fakta bisa dibaca di laman ini. Pembaca (publik) juga dipersilakan memberi komentar/kritik, baik melalui kolom komentar di setiap konten terkait, mengontak Redaksi Suara.com, atau menyampaikan isu/klaim yang butuh diverifikasi atau diperiksa faktanya melalui email cekfakta@suara.com.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait