"Lha wong jutaan warga kita yang belum divaksin pertama saja masih banyak jutaan. Kok ini yang sudah divaksin dua kali divaksin di luar nakes, itu harus kita bertanya," kata Rahmat.
Ia menjelaskan mengapa untuk vaksin booster saat ini masih menggunakan skala prioritas, di mana tenaga kesehatan didahulukan untuk mendapatkannya. Hal itu karena terkait dengan pekerjaan mereka yang memiliki potensi lebih besar untuk tertular virus.
"Karena kenapa prioritas itu yang booster itu dari Moderna diberikan kepada mereka, karena potensi tertular itu kan sangat rawan ya. Saudara kita nakes itu kan setiap hari berjumpa dengan para pasien baik yang terpapar maupun yang tidak di rumah sakit itu kan begitu besar potensi untuk terkena," pungkasnya.
Baca Juga:Viral Cowok Beri Rp 300 Ribu Tapi Harus Peragain Monyet, Tuai Perdebatan