Memilukan, Bocah Laki-laki Pilih Telantar di Jalan Daripada Tinggal di Rumah: Enggak Mau Ayah Galak

Anak laki-laki yang tidak disebutkan nama nya mengakui kabur dari rumah karena takut dengan ayahnya yang galak.

Dany Garjito | Evi Nur Afiah
Selasa, 26 Juli 2022 | 14:45 WIB
Memilukan, Bocah Laki-laki Pilih Telantar di Jalan Daripada Tinggal di Rumah: Enggak Mau Ayah Galak
Ilustrasi orang tua marah kepada anaknya (Pexels/August de Richelieu)

Selain membuat anak sedih, terluka, ataupun takut, sering memarahi anak bisa pula membuat mereka rentan depresi. Kondisi ini bisa ditandai dengan perilaku memberontak, penggunaan obat-obat terlarang, atau melakukan seks bebas.

4. Berdampak negatif terhadap kesehatan fisik anak

Stres yang diakibatkan kekerasan psikis dari orang tua, bisa menyebabkan anak memiliki masalah kesehatan di saat mereka dewasa. Kesimpulan ini diperoleh dari penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Psychological Bulletin. Dari situ ditemukan bahwa stres di masa kanak-kanak akan meningkatkan risiko terkena penyakit kronis serta kematian dini.

5. Anak menjadi penakut dan tidak percaya diri

Baca Juga:Ridwan Kamil Dinobatkan jadi Ayah Inspiratif dan Keluarga Teladan di Indonesia, Apa Alasannya?

Walaupun anak berbuat salah, tak menjadikannya benar untuk dimarahi apalagi dibentak. Banyak cara mendisiplinkan anak tanpa harus menggunakan “urat”.

Sering memarahi anak bisa membuat anak tumbuh jadi pribadi penakut. Karena terbiasa takut dengan bentakan orang tuanya. Anak pun jadi tumbuh tidak percaya diri, akibat merasa bahwa apa yang ia lakukan selalu salah di mata orang tuanya.

Nah, itulah beberapa poin dari bahayanya sering memarahi anak. Mendidik anak memang tidak gampang. Namun, saat ini sudah banyak sekali media yang bisa menjadi sumber ilmu untuk mengasuh anak dengan cara lebih baik. Semoga ayah bunda tidak pernah lelah untuk selalu belajar, sehingga buah hati bisa tumbuh jadi anak yang sehat lahir batin.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini

Tampilkan lebih banyak