Sebelum hal tersebut benar-benar menimpa Anda dan orang di sekitar, berikut adalah ciri paling umum informasi lowongan kerja palsu:
1. E-mail perusahaan tidak resmi
Setiap perusahaan biasanya memiliki domain perusahaannya sendiri. Perekrutan pekerja baru biasanya juga menggunakan e-mail resmi perusahaan beserta domainnya. Misalnya, nama [email protected]
Jika Anda mendapatkan lowongan kerja menggunakan email dengan domain umum, seperti gmail, yahoo, maupun domain umum lainnya, Anda harus waspada. Pastikan kembali lowongan kerja dengan mengunjungi situs resmi perusahaan, dan cari tahu email resmi perusahaan, biasanya terletak di bagian kontak.
Baca Juga:Seru Banget! Guru dan Murid Ini Kompak Main Lompat Tali Bareng
Beberapa media sosial perusahaan besar atau kementerian biasanya sudah terverifikasi dengan tanda centang biru. Hal ini juga dapat Anda jadikan acuan terhadap keakuratan informasi.
2. Tata bahasa kurang baku
Lowongan kerja palsu biasanya sering ditulis apa adanya, sehingga tatanan bahasa yang digunakan pun berantakan. Tidak jarang banyak typo dan ejaan yang salah pada deskripsi lowongan.
Jadi penting untuk cermat dan teliti saat membaca lowongan kerja yang Anda dapatkan. Jika bahasa yang digunakan aneh, Anda patut curiga.
Selain itu, Anda juga harus berhati-hati jika panggilan wawancara kerja diberikan melalui chat atau pesan singkat menggunakan nomor pribadi. Panggilan interview dari perusahaan biasanya diberikan melalui email atau telepon resmi dari perusahaan.
Baca Juga:Video Viral Pengamen Tantang dan Maki-maki Pedagang karena Cuma Dikasih Sedikit Uang
Beberapa perusahaan biasanya mengumumkan daftar peserta interview melalui website atau sosial media resmi mereka. Jika Anda mendapat pesan singkat atau SMS undangan untuk interview, jangan langsung percaya. Bisa jadi lowongan kerja yang Anda dapatkan adalah palsu dan akal-akalan oknum nakal.