8. Neon Genesis Evangelion
Kalau dilihat dari covernya, Neon Genesis Evangelion adalah anime tentang mecha raksasa yang melawan alien yang mengharuskan penonton untuk memasuki pengalaman menonton mereka dengan rasa tidak percaya sepenuhnya.
Namun, anime ini didasarkan pada hal-hal yang sangat realistis seperti depresi dan perasaan rendah diri yang terinternalisasi.
Hal ini mungkin paling menonjol ketika Shinji menavigasi realitas distopianya sebagai pilot mecha sambil bergulat dengan rintangan mental seperti dampak jangka panjang dari trauma dan kecemasan masa kanak-kanak.
Baca Juga:Anime Sousou no Frieren: 5 Fakta Unik Mengenai Stark, Pahlawan yang Penakut!
Sementara banyak kritikus menganggap ketidakamanan Shinji sepenuhnya tidak realistis, ia juga dipuji sebagai karakter yang secara inheren kompleks dan didasarkan pada banyak karakternya.

7. Banana Fish
Banana Fish dikenal karena meliput topik-topik yang sangat berat, hingga komunitas seringkali menghibur pemirsa yang baru pertama kali membahasnya.
Selain karakter utamanya, Ash Lynx, yang bergulat dengan depresi dan PTSD, anime ini juga berhubungan dengan kekerasan seksual dan bukan anime yang mudah untuk dijalani.
Sepanjang Banana Fish, Ash menjadi dekat dengan asistennya Eiji, yang terseret ke dalam berbagai masalah karena masa lalu kelam Ash. Ada pula tema perjuangan identitas gender, menjadikan Banana Fish sebuah pertunjukan kompleks yang mengangkat banyak persoalan.
Baca Juga:Review Anime My Neighbor Totoro, Menilik Momen Kecil Bersama Makhluk Ajaib
6. Welcome to The NHK