Perluasan situs ini berdampak pada luas gundukan inti piramida dengan berbagai kolom batu dan tanah berkerikil, dengan beberapa pekerjaan bangunan lebih lanjut dilakukan antara tahun 6000 dan 5500 SM.
Tapi menurut penelitian, para pembangun tampaknya sengaja mengubur atau membangun beberapa bagian lama situs tersebut. Namun tak lama kemudian dibangun lagi.
Menurut laporan, pembangunan tahap terakhir piramida tiba sekitar tahun 2000 hingga 1100 SM yakni dengan menambahkan tanah lapisan atas serta teras batu yang menjadi ciri khas punden berundak. Ini adalah bagian yang paling banyak terlihat saat ini.
“Pembangun Unit 3 dan Unit 2 di Gunung Padang pasti memiliki kemampuan tukang batu yang luar biasa, yang tidak sejalan dengan budaya tradisional pemburu-pengumpul,” tulis tim peneliti.
Baca Juga:4 Fakta-Fakta Piramida Toba, Ditemukan Tidak Sengaja, Diklaim Mirip Gunung Padang
“Mengingat pendudukan Gunung Padang yang berlangsung lama dan terus-menerus, masuk akal untuk berspekulasi bahwa situs ini memiliki arti penting, menarik orang-orang kuno untuk berulang kali menempati dan memodifikasinya.”
Penggalian lebih lanjut diperlukan untuk memahami siapa orang-orang prasejarah ini dan mengapa mereka membangun benda-benda tersebut.
Ketika para peneliti menyelidiki bagian dalam lereng bukit menggunakan gelombang seismik, mereka menemukan bukti adanya rongga dan ruangan tersembunyi, beberapa di antaranya memiliki panjang hingga 15 meter dan langit-langit setinggi 10 meter.
Tim sekarang berharap untuk menelusuri area-area ini. Jika mereka menemukan ruangan apapun, mereka berencana menjatuhkan kamera ke dalam kegelapan untuk melihat apa yang tersembunyi di bawah.
Kontributor : Damai Lestari
Baca Juga:Fakta-Fakta Candi Sukuh Karanganyar, Mirip Chichen Itza di Meksiko