alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

CEK FAKTA: Benarkah Pancaran Radiasi Wifi Bikin Kanker Darah pada Anak?

Reza Gunadha | Chyntia Sami Bhayangkara Sabtu, 27 Maret 2021 | 18:40 WIB

CEK FAKTA: Benarkah Pancaran Radiasi Wifi Bikin Kanker Darah pada Anak?
Fakta radiasi wifi sebabkan kanker darah pada anak (turnbackhoax.id)

Benarkah pancaran radiasi wifi bisa mengakibatkan kanker darah pada anak? Simak penjelasan berikut!

BeritaHits.id - Beredar narasi yang menyebutkan pancaran radiasi wifi bisa menyebabkan kanker darah pada anak.

Narasi tersebut beredar luas di media sosial dan pesan berantai WhatsApp.

Berikut isi narasi yang menjadi viral di media sosial tersebut:

"Pihak medis menjawab banyak faktor .. salah satunya adalah terkena *RADIASI (bersumber dari Gadget, radiasi Wifi)* . Tersentak kami baru sadar, kami baru percaya, karena selama ini ananda Zein Raffael *sangat intens bermain gadget* (hp dengan you tube-nya) dan dari pancaran Wifi yang ada di rumah kami.. dan membiarkannya karena anak dirasa diam saat bermain gadgetnya.

Baca Juga: CEK FAKTA: Benarkah Lurah Minta Warganya Foto Selfie KTP untuk Data Agama?

Kami menangis, kami sedih, kami menyesal… kenapa kami biarkan anak2 asik dengan gadgetnya…. Hingga sekarang terjadilah seperti ini…"

Benarkah klaim tersebut?

Fakta radiasi wifi sebabkan kanker darah pada anak (turnbackhoax.id)
Fakta radiasi wifi sebabkan kanker darah pada anak (turnbackhoax.id)

Penjelasan

Berdasarkan penelusuran Turnbackhoax.id -- jaringan Suara.com, Sabtu (27/3/2021), klaim yang menyebut pancaran radiasi wifi bisa menyebabkan kanker darah pada anak adalah klaim yang salah.

Setelah ditelusuri, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dalam situs resminya menegaskan, radiasi wifi tidak dapat memicu kanker baik bagi orang dewasa maupun anak-anak.

Baca Juga: CEK FAKTA: Tangan Rizieq Shihab Dipelintir oleh Petugas hingga Lebam?

Tidak ada kaitan antara radiasi wifi dengan risiko terjangkitnya kanker, terutama pada anak-anak. Pernyataan WHO juga didukung oleh para ahli dan ilmuwan di seluruh dunia.

Catatan Redaksi:
Artikel ini merupakan bagian dari konten Cek Fakta Suara.com. Dibuat seakurat mungkin dengan sumber sejelas mungkin, namun tidak mesti menjadi rujukan kebenaran yang sesungguhnya (karena masih ada potensi salah informasi). Lebih lengkap mengenai konten Cek Fakta bisa dibaca di laman ini. Pembaca (publik) juga dipersilakan memberi komentar/kritik, baik melalui kolom komentar di setiap konten terkait, mengontak Redaksi Suara.com, atau menyampaikan isu/klaim yang butuh diverifikasi atau diperiksa faktanya melalui email cekfakta@suara.com.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait