facebook

Highlight Terpopuler News Lifestyle Indeks

Kronologi Suami Sebar Video Penyiksaan Istri ke Grup Sekolah Anaknya, Pelaku Tertangkap

Reza Gunadha | Ruth Meliana Dwi Indriani Minggu, 12 Desember 2021 | 19:44 WIB

Kronologi Suami Sebar Video Penyiksaan Istri ke Grup Sekolah Anaknya, Pelaku Tertangkap
Ilustrasi korban kekerasan seksual, kdrt. (Shutterstock)

"Pelaku mengirim video penyiksaan korban dalam keadaan telanjang bulat di grup komite sekolah dan ini grup tuh isinya orang tua murid," tulis pengunggah kasus ini.

"Lalu harusnya masuk jam 8 sampai jam 12, tapi si anak diantar ke sekolah jam 10 dan di jemput oleh pelaku jam 2 siang. Janggal banget kan?"

Bahkan, sang anak lelaki itu kerap bercerita ke wali kelas sambil menangis mengenai perbuatan ayahnya itu. Hal itu tentu sudah menumbuhkan kekhawatiran di kalangan guru.

"Terus si anak sering cerita ke walikelas sambil nangis tentang ayahnya ini dan si anak ga fokus gitu. Aku takut digimanain gitu sama pelaku. Oiya anaknya ada 2, yang laki-laki masih TK dan adiknya masih balita."

Usut punya usut, pelaku ternyata pernah dilaporkan ke pihak kepolisan oleh korba atas kasus KDRT. Sayang, pelaporannya itu tidak masuk ke ranah hukum dan korban hanya disuruh berdamai.

Baca Juga: Menteri BUMN Erick Thohir Janjikan Beasiswa Bagi Anak Korban Bencana Gunung Semeru

"Ternyata sebelum nyebarin video ini, pelaku sudah pernah dilaporin ke pihak berwajib sama si korban, tapi cuma disuruh damai sama perjanjian ttd gitu (hah banget kan). Walaupun udah ttd tapi masih ngulangin lagi KDRT-nya."

Pemicu penyebaran video itu sendiri karena korban kabur ke urmah orang tuanya. Pelaku pun mengancam dengan menyebarkan video korban yang telanjang ke grup sekolah anaknya.

"Korban gak kuat akhirnya kabur ke rumah orang tuanya. Si korban ini kabur tanpa sepengetahuan pelaku, makanya korban diancem dengan disebarinlah video kekerasan ini ke grup komite sekolah (Takutnya disebarin ke semua grup di hp itu ya gak sih)."

Tak sampai di situ, pelaku juga nekat meneror wali kelas anaknya. Ia menyebut wali kelas telah bersekongkol dengan istrinya dan ikut campur masalah rumah tangganya.

Teror ini berupa ancaman melalui voice note yang dikirim lewat WhatsApp. Aksi pelaku semakin menjadi-jadi dengan ngamuk di sekolah anaknya.

Baca Juga: Hasil BRI Liga 1: Gol Tunggal Frets Butuan Bawa Persib Bandung Bungkam Persik Kediri

Ia meminta tabungan sekolah anaknya untuk pergi ke Aceh. Pelaku juga marah dengan mengucapkan kata-kata kasar di depan guru dan anaknya sendiri yang masih kecil.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait